|
“ Dahulu
sistem diciptakan manusia untuk membantu manusia dalam upaya
mewujudkan mimpi yang jadi harapan dalam hidupnya. Namun entah apa
yang telah terjadi, kini, seakan-akan manusia itu terjebak dalam
sistem yang dibuatnya sendiri. Manusia tidak lagi memegang kendali
sistem tersebut, malahan manusia telah diatur harus bagaimana oleh
sistem. Ini harus seperti ini, ini harus melalui alur seperti ini, dan
sebagainya. Perenungan yang mendalam akan arti hidup dipertanyakan
kali ini, ’Andakah penentu pilihan hidup?’ Atau hanya menjadi daun
yang terombang-ambing oleh deras aliran sungai, entah mau dibawa
kemana,terlebih entah bagaimana akhirnya, sungguh tak berdaya! Masih
adakah ruang untuk kita bisa mengembangkan potensi kita? Bukan saatnya
kita dikembangkan bagaikan robot yang tidak mempunyai pilihan. Masih
adakah harapan itu? ” |