Arsitektur Titik Koma, 2006

Harapan yang terpasung oleh realita kehidupan kampus

 |  Menu

Abstraksi

“ Dahulu sistem diciptakan manusia untuk membantu manusia dalam upaya mewujudkan mimpi yang jadi harapan dalam hidupnya. Namun entah apa yang telah terjadi, kini, seakan-akan manusia itu terjebak dalam sistem yang dibuatnya sendiri. Manusia tidak lagi memegang kendali sistem tersebut, malahan manusia telah diatur harus bagaimana oleh sistem. Ini harus seperti ini, ini harus melalui alur seperti ini, dan sebagainya. Perenungan yang mendalam akan arti hidup dipertanyakan kali ini, ’Andakah penentu pilihan hidup?’ Atau hanya menjadi daun yang terombang-ambing oleh deras aliran sungai, entah mau dibawa kemana,terlebih entah bagaimana akhirnya, sungguh tak berdaya! Masih adakah ruang untuk kita bisa mengembangkan potensi kita? Bukan saatnya kita dikembangkan bagaikan robot yang tidak mempunyai pilihan. Masih adakah harapan itu? ”

 

* Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi penulis.

Essay Abstraction

"Arsitektur memang lebih dekat dengan sebuah karya berupa gambar. Akan tetapi, apalah arti sebuah gambar apabila tanpa ada tulisan? Karena hanya dengan karya tulis inilah akan lebih memperkaya khasanah arsitektur untuk belajar lebih baik."

 
 
   
   

| Home | Philosophy | Profile | Project | Essay | Contact

copyright reserved by choirul firmansyah  |  2007