|
Tidak
pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana keilmuan arsitektur ini
muncul, terlebih karena betapa dalamnya keilmuan ini hingga
seakan-akan bukan lagi sekedar keilmuan ke-teknik-kan, ke-seni-an, dan
ke-sosial-an belaka. Tidak pernah terbayangkan pula sebelumnya
bagaimana efek dari keilmuan arsitektur ini, terlebih karena di
dalamnya melingkupi manusia yang mempunyai rasa, dan cakupan
lingkungan yang mempunyai potensi. Catatan-catatan kaki itu muncul
selama perjalanan ber-arsitektur, 23-29 Agustus 2006, menuju Jakarta-Bandung
yang patut kembali untuk direnungkan, ”Inikah sebenarnya Arsitektur?”.
Pelajaran yang sangat berharga dengan pengalaman ruangnya, hingga
suatu saatnya nanti untuk bersikap, ”Inilah Arsitektur!”. |