Perjalanan Ber-Arsitektur, 2006

Berangkat dengan seribu harapan, pulang dengan sejuta pertanyaan

 |  Menu

Abstraksi

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana keilmuan arsitektur ini muncul, terlebih karena betapa dalamnya keilmuan ini hingga seakan-akan bukan lagi sekedar keilmuan ke-teknik-kan, ke-seni-an, dan ke-sosial-an belaka. Tidak pernah terbayangkan pula sebelumnya bagaimana efek dari keilmuan arsitektur ini, terlebih karena di dalamnya melingkupi manusia yang mempunyai rasa, dan cakupan lingkungan yang mempunyai potensi. Catatan-catatan kaki itu muncul selama perjalanan ber-arsitektur, 23-29 Agustus 2006, menuju Jakarta-Bandung yang patut kembali untuk direnungkan, ”Inikah sebenarnya Arsitektur?”. Pelajaran yang sangat berharga dengan pengalaman ruangnya, hingga suatu saatnya nanti untuk bersikap, ”Inilah Arsitektur!”.

 

* Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi penulis.

 
 

Essay Abstraction

"Arsitektur memang lebih dekat dengan sebuah karya berupa gambar. Akan tetapi, apalah arti sebuah gambar apabila tanpa ada tulisan? Karena hanya dengan karya tulis inilah akan lebih memperkaya khasanah arsitektur untuk belajar lebih baik."

 
 
   
   

| Home | Philosophy | Profile | Project | Essay | Contact

copyright reserved by choirul firmansyah  |  2007