Terlupakan ataukah (memang) Dilupakan?, 2004

Lingkungan sekitar semasa proses pembangunan berlangsung

 |  Menu

Abstraksi

“Sebagai seorang manusia sangatlah wajar apabila dia lupa yang terlupakan. Namun tidaklah demikian dengan lupa yang [memang] dilupakan, ada sesuatu yang tidak wajar terjadi di sini, dihidup-kehidupan sehari-hari kita. Seakan [telah] menjadi suatu kebiasan buruk yang mendarah-daging dalam setiap detak jantung hingga pada derap-langkah kaki kita. Akankah kita lanjutkan hal seperti ini...? Atau hanya kita biarkan ’bagaimana nanti’ saja dengan [pura-pura] ’menutup’ mata kepala kita, hingga ’melelapkan’ mata hati-batin kita dengan lingkungan sekitar kita...?”

 

* Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi penulis.

 

 
 

Essay Abstraction

"Arsitektur memang lebih dekat dengan sebuah karya berupa gambar. Akan tetapi, apalah arti sebuah gambar apabila tanpa ada tulisan? Karena hanya dengan karya tulis inilah akan lebih memperkaya khasanah arsitektur untuk belajar lebih baik."

 
 
   
   

| Home | Philosophy | Profile | Project | Essay | Contact

copyright reserved by choirul firmansyah  |  2007